Sunday, 21 April 2013

Petaka ilmu

HADITS TAPI BUKAN HADITS

 آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
"Petaka ilmu adalah lupa."

        Sumber perkataan ini berasal dari Ibnu Mas'ud dalam kitabnya Ad-Darimi jilid pertama, hlm. 158. Ia menyebutkan, Ja'far bin Aun mengabarkan kepada kami dari Abu Umais dari Qasim, "Abdullah berkata," lalu ia menyebutnya.

        Berdasarkan tabiat, manusia cenderung lupa. Selain itu juga, adanya perbedaan kemampuan hafalan antara satu orang dengan orang lain. Oleh karena itu, lupa pada diri manusia merupakan penyakit yang harus diobati demi menjaga ilmu yang telah didapat. Ini agar ia menguasai semua yang dibaca dan didengar. Ilmu akan lengket dengan dihafal, ditulis, dan terus-menerus dievaluasi. Ini agar manusia terhindar dari penyakit lupa.
Jadi, perkataan ini bukanlah sabda Nabi saw.

   Adapun hadits yang senada dengan hal tersebut:
Saat Abu Syah, seorang Yaman, khawatir lupa akan hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: Ketika Rasulullah berkhotbah pada hari Fathu Makkah, berdirilah seorang dari Yaman lalu berkata, "Wahai Rasulullah tuliskan untuk saya." Rasulullah bersabda:
"Tuliskan untuk Abu Fulan." Ini lafal Bukhari.1
Riwayat Bukhari yang lain menyebutkan:
"Tuliskan untuk Abu Syah."2
Muslim juga meriwayatkan itu dari Abu Hurairah.3
_________________________________
1 Ibnu Hajar, Fathul Baari, jilid pertama, hlm. 205, hadits no. 112.
2 Ibid, jilid V, hlm. 78, hadits no. 2434.
3 Muslim bi Syarh An-Nawawi, jilid V, hlm. 135, hadits no. 1355