Kabar di tanah Yerusalem
Ketika kami berkuasa berabad lamanya
Di tanah suci Yerusalem
Tempat Baitul Maqdis berdiri kokoh
Kemakmuran menaungi penjuru kota
Kami berikan toleransi pada kalian
Tidak dikurang dan ditambah sedikitpun
Tapi memang kalian pada dasarnya
Makhluk laknat yang terjual nuraninya
Menginjak harkat martabat muslim
Menganggap kami bak daun berserakan
Mengambil kota yerusalem barat
Bak merampas mainan anak kecil
Meratakan rumah sewenang kalian
Kami bagai kayu di mata kalian
Yang siap dilahap api unggun
Bergejolak merenggut nyawa para pemuda
Sebutan apa yang pantas abagi kalian
Merusak tanah yang kalian bilang suci
Kaum terlaknat yang sangat tidak berhak
Menyentuh dan bahkan menumpahkan darah kami
Kalian hanya kaum pengecut
Hanya bisa memecah belah kami
Menyerang musuh kalian mendadak
Penjajahan kalian terhina sepanjang sejarah
Wahai umat muslim penjuru dunia
Dimanakah nurani kalian
Apakah ikut terjuasl juga
Menutup matakah kalian
Terhadap pembantaian bayi dan anak-anak
Yang akan menjadi penolong agama Allah
Apakah kalian dihasut juga
Oleh para perusak itu
Ataukah sama pengecutnya
Dilatih apa tentara kalian
Disimpan dalam gudang negara
Dirawat untuk dinikmati sendiri
Dibutakankah mata kalian
Tentang berita yang berkobar
Tujuh hari dalam seminggu
Tentang pembuatan gurun pasir
Di kota yang selalu menentang
Kebijakan zionis sang penjajah
Sementara kota barat tenang
Aman karena menjual harga diri
Kami kaum pembela Allah
Dibuat risau setiap detik
Diusir kaum laknatullah
Rasa aman pergi entah ke mana
Tak tergambarkah oleh kalian
Fenomena kehidupan yang sangat menyiksa
Siang dan malam sama saja
Letusan senapan, granat, dan rudal
Tak henti-hentinya berbunyi
Meluluhlantahkan bangunan sekitar
Anak-anak kecil tak mendapat haknya
Sekolah hanya tinggal papan nama
Kehidupan mereka hanya pemandangan
Sebuah pemandangan liar, bengis, dan kejam
Menyaksikan bangkai saudara sendiri
Bahkan mereka menjadi bulan-bulanan
Para pemuda kami diberangus
Terbelenggu dalam pelarangan
Diserbu dengan pemaksaan
Minuman yang sama sekali tak pantas
Disebut minuman bagi manusia yang berakal
Apakah cairan pembersih dan air limbah
Kalian sebut itu minuman?
Sementara kakek dan nenek kami
Tidak merisaukan nafsu para zionis
Dibiarkan bebas melakukan apa saja
Sementara syaikh besar kami
Tidak berdaya dan merisaukan
Dihujamkan rudal langsung pada tubuhnya
Wahai umat muslim penjuru dunia
Dimanakah nurani kalian?
Apakah ikut terjual juga?
Atau sudah sampai berita menyedihkan
Lalu turut berduka dan bersedih
Dengar ... kami tidak butuh sekadar pita hitam
Wahai manusia paling biadab
Sumber kehidupan kalian curi
Mata air dan bahan makanan
Kalian ambil kendali atas itu
Di tanah yang bukan hak kalian
Menghalangi kami dari sumber air
Seperti preman memalak anak kecil
Kalian culik anak-anak kami
Menebar teror di tengah-tengah kami
Menangkap mereka seperti harimau
Menerkam seekor rusa tersesat
Tidak peduli mereka masih kecil
Bagi kalian tetaplah musuh
Tidakkah kalian mendengar
Pengakuan jujur para tahanan
Tapi kalian anggap sebuah dusta
Lalu dipukuli dan disetrum
Untuk mengakui sebuah kebohongan
Di mana telinga kalian dipasang
Wahai manusia paling biadab
Belajar di sekolah mana kalian
Mengingkari aturan dan etika perang
Sasaran bukan hanya tentara
Anak dan perempuan pun kalian sikat
Warga sipil ikut dibombardir
Bahkan lebih biadab dari itu
Tidak hanya peluru besi
Kalian hujamkan pada kami
Tapi juga bom biologis mematikan
Menyiksa bak sakaratul maut
Membuat kalian tertawa terbahak-bahak
Wahai umat muslim penjuru dunia
Di manakah nurani kalian?
Apakah ikut terjual juga?
Benda apa yang bisa membuat
Kalian sadar sebagai umat Muhammad
Umat yang peduli saudara sendiri