Sunday, 13 November 2016

Suara Iman


Saat suara yang kau kenal
Atau tak kau kenal
Merasuki lubang telingamu
Membisikkan pesan ke otakmu

Menyinggung bagian dari prinsip
Prinsip yang kau sebut iman
Prinsip yang berupa kitab suci
Kitab suci yang kau baca
Di setiap sendi kehidupanmu

Suara itu merasuk membisik
Seolah kitab sucimu hanya alat
Alat yang telah membohongimu
Dalam menjalankan lakon kehidupan

Marahkah kau mendengarnya
Tidak ... aku tidak marah
Tapi bukankah kau selalu berkoar
Selalu meminta keadilan
Kepada si pemilik suara

Kan kujelaskan kepadamu
Aku tidak marah
Karena marah itu nafsu
Tapi keimananku tertebas
Oleh pedang suara itu

Maka seorang mukmin keras
Keras keimanannya kepada si pemilik
Pemilik pedang suara tajam
Suara yang menebas
Jutaan ... tidak! Bahkan ratusan juta

Kujelaskan kepadamu
Ketika keimananku tertebas
Sewajarnya kubuat benteng baja
Tak cukup dengan itu
Kusiapkan pedang keras mengilau
Dan membawa keadilan
Menindak keras dan tegas
Atas dasar keimananku

Bukan marah
Karena ia nafsu
Sedang iman membawaku
Ke hadapan rabbku

(by : the amateur penulis)
*don't be a plagiator
Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment