Thursday, 13 October 2016

Mari Bersyukur Gan....

Pada suatu hari.. yaa.. bosen gan, mosok ceritanye pada suatu hari melulu. Awalannya langsung setting tempat saja. okee..... Sebuah supermarket yang terletak di tengah kota selalu ramai dikunjungi pembeli, mulai dari para ibu-ibu yang membeli kebutuhan rumah tangga, bapak-bapak yang kebanyakan hanya menemani bininya belanja, dan anak-anak yang sebatas menjadi pelengkap pengunjung.

satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak pergi berbelanja, si anak melihat-lihat berbagai barang belanjaan yang ada di dalam supermarket, si ayah mengikuti langkah bininya kemanapun ia pergi, daripada diam saja menunggunya selesai berbelanja mending ikut jalan-jalan biar tidak lelahkarena terlalu lama bengong!?, dan si ibu yang matanya mengintai setiap barang dan tangannya siap menyergap barang yang akan dibelinya.

Bukan tak lama kemudian lagi alias sudah lama banget mereka keluar dengan beberapa tenteng plastik, setiap tangan memegang satu kantong. Tiba-tiba .... yaaah mainstream gan tiba-tiba terus, gantilah... setelah berganti menghirup udara ac ke udara alam, si ibu merasakan aura orang lain mendekatinya. Dari aura tersebut bisa diidentifikasikan bahwa aura ini adalah pancaran dari orang yang sedang butuh. Benar saja ketika dia menengok tampak ibu-ibu yang menginjak umur tiga perempat abad dengan pakaian yang lusuh menghampirinya.

Sosok ibu berpakaian lusuhsambil menggendong anaknya menghampirinya. si ibu yang baru keluar supermarket merogoh saku celananya, memilah-milah uang kembaliannya, dari yang warnanya merah, biru, ungu, biru muda dan kawan-kawannya. Dia mengambil uang yang telah lolos seleksi untuk diberikan ke ibu tua itu. Kertas bergambar pahlawan pattimura sampai ke tangan yang ditadahkan si ibu tua .

Si ibu tua memohon kembali dengan muka memelas wajahnya dan menguncupkan jari-jarinya ke mulut, dan juga mengarahkan kuncup jarinya ke anak yang digendongnya. Mengisyaratkan bahwa ia belum makan hari itu dan langit sudah mulai gelap. 

Namun pintu hati si ibu belum terketuk, dia menolak untuk memberikan tambahan pad si ibu tua itu. Nah, si saat yang bersamaan, si ayah pergi ke atm yang tak jauh dari pintu supermarket menarik uang gajian. ....baru awal bulan gan...  terpampang di layar mesin atm saldo sekian juta, kepalanya diangguk-anggukan, tombolnya ditekan agar keluar uangnya lalu dia ambil. Dia juga merogoh saku celana yang disebelahnya mengambil uang sepuluh ribu untuk diberikan pada ibu tua tadi.

Ketika ibu tua itu dia beri uang sepuluh ribu meskipun bininya terlihat tidak senang, ibu tua itu sangat berterima kasih, mengucapkan hamdalah, beribu-ribu doa dia ucapkan agar si ayah yang memberinya tambahan uang tadi menjadi lebih sejahtera, juga sakinah mawaddah wa rahmah. Deg,, hati si ayah seperti di palu, dipukul-pukul gak keruan, malu kaliii, dia yang menerima uang jutaan tidak pernah bersyukur, tapi ibu tua yang dihadapannya sangat bersyukur sekali menerima uang yang baginya kecil yang hanya bisa untuk makan sekali di warteg. Sejak kejadian itu si ayah dengan keluarganya belajar bersyukur terhadap nikmat yang mereka dapat.

Disadur dari aplikasi play store "cerita motivasi islami", diceritakan kembali dengan bahasa sendiri. Peace :D ....

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment